Optimalisasi Alsintan, BRMP Papua Tengah Dampingi Petani Tingkatkan Efisiensi Olah Lahan
BRMP Papua Tengah bersama penyuluh pertanian melakukan pendampingan kepada petani dalam pemanfaatan alsintan di Kampung Wadio, Kabupaten Nabire Barat. Kegiatan ini difokuskan pada pengoperasian kultivator REX800 Pro-Quip U.S.A oleh Bapak Marno, anggota Kelompok Tani Sumber Makmur, sebagai upaya meningkatkan efisiensi pengolahan lahan.
Kultivator yang digunakan merupakan hasil pengalihan pemanfaatan bantuan dari Dinas Pertanian Papua Tengah yang sebelumnya dialokasikan untuk poktan lainnya. Pengalihan ini dilakukan sebagai upaya optimalisasi pemanfaatan alsintan agar dapat digunakan secara efektif oleh Kelompok Tani Sumber Makmur.
Bapak Marno mengaku sangat terbantu dengan penggunaan kultivator tersebut. Jika sebelumnya pengolahan satu bedengan secara manual membutuhkan waktu hingga tiga hari, dengan alsintan pekerjaan yang sama dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu jam. Pada kegiatan pendampingan ini, lahan yang diolah direncanakan akan ditanami sawi putih, sementara sebagian lahan lainnya akan dimanfaatkan untuk budidaya jagung pakan ternak.
Meskipun demikian, terdapat kendala teknis di lapangan, dimana kondisi tanah yang masih basah menyebabkan alat menjadi lebih berat dan cenderung tersendat saat dioperasikan. Oleh karena itu, disarankan agar pengolahan lahan dilakukan pada kondisi tanah yang lebih kering guna mendapatkan hasil yang lebih optimal.
Selain pendampingan penggunaan alsintan, Bapak Marno juga menunjukkan ketertarikan untuk mempelajari pembuatan pupuk organik cair (POC) dan pestisida nabati. Menanggapi hal tersebut, BRMP Papua Tengah berupaya melakukan transfer pengetahuan kepada para penyuluh setempat, sehingga materi yang diperoleh dapat didiseminasikan lebih luas kepada petani lainnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pemanfaatan alsintan dan peningkatan kapasitas petani dapat terus ditingkatkan, guna mendorong terwujudnya pertanian yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan di Papua Tengah.