Perkebunan Papua Raya Perkuat Pengetahuan Sertifikasi Benih Tanaman Perkebunan
Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) menyelenggarakan Bimbingan Teknis dengan tema “Peningkatan Kapabilitas Pengawas Benih Tanaman Provinsi Papua Tahun 2026” yang dilaksanakan selama dua hari di Aula BRMP Papua. Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang berasal dari Provinsi Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan. Bimtek dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan pemahaman teknis pengawas benih tanaman dalam penerapan standar mutu dan prosedur sertifikasi benih tanaman perkebunan.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi terkait standar mutu dan prosedur sertifikasi benih tanaman kopi dan kakao. Materi komoditas kopi meliputi prosedur sertifikasi benih kopi di persemaian, benih dalam bentuk entres, benih siap tanam dalam polibag, serta benih kopi melalui teknologi somatic embryogenesis (SE). Selain itu, dibahas pula aspek pengujian mutu benih yang mencakup penetapan kadar air, pengujian kemurnian fisik, uji daya kecambah, hingga ketentuan pelabelan benih. Untuk komoditas kakao, materi mencakup prosedur sertifikasi serta standar mutu benih, baik dalam bentuk benih maupun entres.
Pada hari kedua, pembahasan dilanjutkan dengan materi sertifikasi benih tanaman kelapa. Peserta memperoleh pemahaman mengenai persyaratan dan prosedur sertifikasi pada beberapa bentuk bahan tanam kelapa, meliputi benih tersertifikasi dalam bentuk butiran, benih dalam polibeg, benih tanpa polibeg atau cabutan, serta bahan tanam melalui teknologi kultur jaringan. Materi juga mencakup ketentuan pelabelan sebagai bagian dari proses sertifikasi dan pengawasan mutu benih.
Materi bimtek disampaikan oleh tim dari Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya dan BBPPTP Ambon. Melalui kegiatan ini, diharapkan kapasitas dan kompetensi pengawas benih tanaman di wilayah Papua semakin meningkat, khususnya dalam memahami, menerapkan, dan mengawasi standar mutu serta proses sertifikasi benih komoditas perkebunan. Peningkatan kapabilitas tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung ketersediaan benih perkebunan yang bermutu dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di wilayah Papua.