Benih Padi Sehat Papua Tengah : Inovasi LPMP di Seminar Proposal Kegiatan TA 2026
Nabire – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua menggelar perhelatan ilmiah tahunan, Seminar Proposal Kegiatan Teknis TA. 2026, bertempat di Aula BRMP Papua, Selasa (10/03). Forum ini menjadi pusat diskursus teknologi pertanian yang mempertemukan para fungsional pertanian dari BRMP Papua, Papua Selatan, Papua Pegunungan, serta BRMP Papua Tengah yang berpartisipasi secara aktif melalui kanal daring.
Seminar terbagi dalam empat sesi intensif yang membedah spektrum luas modernisasi pertanian. Sesi awal dibuka dengan bedah kebijakan krusial, mulai dari analisis subsidi pupuk, strategi serap gabah, hingga penguatan Brigade Pangan yang menjadi pilar stabilitas pangan nasional.
Memasuki sesi teknis, para fungsional pertanian membahas pengembangan benih sumber spesifik lokasi dari berbagai komoditas strategis, meliputi tanaman pangan dan hortikultura seperti jagung (Merauke), bawang merah, dan padi; komoditas perkebunan berupa kelapa, kakao, serta kopi; serta sektor peternakan melalui hilirisasi bibit sumber ayam KUB sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Dalam pembahasan tersebut, Papua Tengah juga menyoroti mandat produksi benih sumber padi kelas FS serta pengembangan teknologi lokal yang adaptif dengan kondisi setempat.
Di tengah dinamika diskusi tersebut, Kepala Loka Penerapan Modernisasi Pertanian (LPMP) Papua Tengah, Merlin Rumbarar, S.P., M.Sc., memaparkan rencana aksi strategis melalui proposal: "Produksi Benih Padi Sehat sesuai SNI 9356:2025 pada Agroekosistem Lahan Sawah di Papua Tengah".
Dipaparkan langsung dari Nabire, kegiatan ini mengemban tanggung jawab besar untuk menyediakan 1 paket teknologi perbenihan padi spesifik lokasi sekaligus. Implementasi standar terbaru SNI 9356:2025 menjadi instrumen penjamin mutu dalam setiap tahapan produksi benih sumber tersebut. Fokus utama adalah memastikan benih yang dihasilkan memiliki kemurnian genetik dan kesehatan optimal guna menjawab tantangan agroekosistem lahan sawah di Papua Tengah. Selai mengemban tugas yang berkaitan dengan kegiatan perekayasaan tersebut, BRMP Papua Tengah juga memiliki tanggungjawab untuk mencapai Target Benih Sumber Padi Kelas FS sebanyak 4 Ton guna mendorong adanya kemandirian benih di wilayah Papua Tengah.
Menutup rangkaian seminar, Kepala Balai Besar Papua, Dr. Aser Rouw, S.P., M.Si., memberikan evaluasi sebagai acuan pelaksanaan kegiatan. Ia menekankan bahwa keberhasilan teknologi dan target produksi sangat bergantung pada presisi perencanaan, mulai dari legalitas dan SOP produksi benih sumber FS melalui kerja sama petani yang dilegalkan dengan SK Balai, mitigasi titik kritis melalui analisis risiko terhadap target benih sejak dini yang turut berdampak pada nilai Zona Integritas (ZI), perlunya improvisasi dalam kegiatan perekayasaan benih padi sehat di Papua Tengah sebagai bentuk kajian ilmiah, hingga integrasi seluruh rencana aksi ke dalam Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang didukung kesiapan anggaran yang matang.
Melalui seminar ini, LPMP Papua Tengah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan benih sumber padi berkualitas tinggi dan paket teknologi yang adaptif demi kedaulatan pangan di Papua Tengah.