Biha: Panen Tetap Berlangsung, Meski Wereng Menghadang
Di tengah tantangan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), petani Kampung Biha tetap melaksanakan panen padi varietas Inpari 32 dengan pendampingan tim BRMP Papua Tengah. Panen pada lahan seluas sekitar 0,5 hektare tersebut memanfaatkan combine harvester tipe Inari RG118 untuk mendukung efisiensi kerja di lapangan.
Namun musim ini menyimpan cerita pahit. Serangan wereng cokelat dan wereng hijau selama masa pertumbuhan menekan produksi secara nyata. Dari lahan yang dipanen, gabah yang berhasil dikumpulkan hanya sekitar 5 kuintal — jauh di bawah potensi normal varietas Inpari 32 yang bisa menembus 6–7 ton/ha di kondisi ideal.
Meski begitu, panen tetap berlangsung. Dan itulah yang penting: lahan tidak menganggur, musim tidak terlewat, dan data luas panen tetap tercatat — berkontribusi pada angka produksi daerah yang terus diupayakan meningkat.
Ke depan, pengendalian OPT yang lebih terencana dan pendampingan budidaya yang lebih intensif akan menjadi fokus utama. Dengan pengawalan yang tepat, produktivitas lahan Biha diyakini bisa kembali bangkit pada musim tanam berikutnya.