BRMP Papua Tengah Matangkan Persiapan Gerakan Tanam PM-AAS di Nabire
Nabire, 29 September 2026 – Loka Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Tengah menggelar Rapat Persiapan Gerakan Tanam Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kabupaten Nabire, Senin (29/9). Rapat dibuka oleh Kepala BRMP Papua Tengah dan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nabire. Kegiatan turut dihadiri perwakilan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Ketahanan Pangan Provinsi Papua Tengah, Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua, Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSB TPH), Pupuk Indonesia wilayah Papua Tengah, serta jajaran penyuluh pertanian di wilayah binaan Nabire Barat dan Makimi.
Rapat membahas kesiapan pelaksanaan Gerakan Tanam PM-AAS yang akan dilaksanakan pada Rabu (30/9) di Bumi Raya, Kabupaten Nabire, dengan kegiatan kick off pada lahan seluas 0,25 hektare. Pelaksanaan tersebut menjadi bagian dari target PM-AAS Provinsi Papua Tengah seluas 606 hektare yang turut berkontribusi terhadap target nasional gerakan tanam seluas 1 juta hektare. Dalam pembahasan, kesiapan kondisi air menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan pelaksanaan tanam serempak. Ketua Kelompok Substansi (Kelsi) Penyuluhan Pertanian Provinsi Papua Tengah menyampaikan bahwa apabila kondisi ketersediaan air dinilai memadai dan meyakinkan, penanaman secara serempak dapat dilaksanakan pada 30 September 2026.
Selain kesiapan lahan dan pengairan, rapat juga membahas dukungan sarana produksi, khususnya pupuk. Perwakilan Pupuk Indonesia wilayah Papua Tengah menyampaikan data terkait alokasi pupuk bersubsidi di Papua Tengah serta mengingatkan pentingnya memperhatikan kesesuaian data elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) sebagai bagian dari proses penyaluran pupuk. Pembahasan tersebut menjadi perhatian bersama agar dukungan sarana produksi dapat disiapkan sesuai kebutuhan dan mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan tanam.
Sementara itu, perwakilan Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua menyampaikan kesiapan untuk mengupayakan solusi terhadap titik-titik yang mengalami permasalahan terkait pengairan. BWS juga mengimbau agar titik-titik yang terdampak segera dilaporkan sehingga dapat dilakukan penanganan dan tindak lanjut sesuai kondisi di lapangan. Melalui rapat persiapan ini, seluruh pihak terkait diharapkan dapat memastikan kesiapan teknis, sarana produksi, pengairan, serta pendampingan penyuluh sehingga pelaksanaan Gerakan Tanam PM-AAS di Kabupaten Nabire dapat berjalan sesuai rencana dan mendukung pencapaian target pertanaman Papua Tengah.