Papua Tengah Bergerak Sukseskan Swasembada: PM-AAS Jadi Kunci
Papua Tengah – Gerakan tanam padi dengan metode Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) digelar di Kabupaten Nabire dan Mimika pada lahan sawah irigasi Kampung Bumi Raya SP1, Distrik Nabire Barat dan Kampung Mulia Kencana, Distrik Iwaka, Rabu (30/9/2026). Di Kabupaten Nabire Kegiatan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Nabire, Burhanuddin Pawennari, bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nabire, Yasor Sawo, serta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Ketahanan Pangan Provinsi Papua Tengah. Pada jam yang sama, gerakan serupa dilaksanakan secara paralel oleh para penyuluh di Kabupaten Mimika. Turut hadir Babinsa dan Bhabinkamtibmas Bumi Raya, Gapoktan, para penyuluh pertanian Papua Tengah, perwakilan Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua, Syahril selaku PPK Teknis Wilayah Papua Tengah, PT Pupuk Indonesia, serta distributor pupuk.
Irigasi Jadi Harapan Pascakemarau Dalam sambutannya, Wakil Bupati mengapresiasi bantuan Kementerian Pertanian dan mengajak petani segera menyiapkan kembali lahan setelah kekeringan hampir empat bulan melanda Nabire. Ia juga meminta dukungan BWS Papua agar rehabilitasi saluran irigasi sawah dapat segera dituntaskan sehingga petani bisa kembali menanam padi. Hemat Tenaga, Hasil Berlipat Kadis Pertanian Nabire, Yasor Sawo, menilai sistem tanam PM-AAS mampu memangkas biaya upah tenaga kerja petani secara signifikan berkat inovasi drum seeder. Esensi PM-AAS terletak pada tanam benih langsung (tabela): benih ditebar langsung ke sawah menggunakan drum seeder, tanpa persemaian dan pindah tanam. Dikombinasikan dengan pola tanam rapat jajar legowo, populasi tanaman per hektare meningkat, sementara waktu, air, dan tenaga kerja lebih hemat. Menurut Kementan, metode ini telah diuji di sekitar 1.600 hektare selama dua tahun dengan produktivitas 9–12 ton per hektare, jauh di atas rata-rata nasional sekitar 5,5 ton per hektare.
606 Hektare untuk Swasembada Kepala Loka BRMP Papua Tengah, Merlin Kornelia Rumbarar, S.P., M.Sc., menyampaikan terima kasih atas sinergi Pemda, BWS Papua, PT Pupuk Indonesia, dan Gapoktan. Papua Tengah mendapat alokasi tanam PM-AAS seluas 606 hektare dari target nasional 1 juta hektare, sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Swasembada Pangan Nasional. Bantuan Kementan berupa benih BUB padi varietas Ciherang dan Inpari 32 HDB. Ciherang dikenal luas petani karena nasinya pulen, berumur sekitar 116–125 hari, tahan wereng batang cokelat, dengan potensi hasil 8,5 ton/ha.
Sementara Inpari 32 HDB merupakan pengembangan dari Ciherang yang unggul tahan penyakit hawar daun bakteri (HDB), berumur sekitar 120 hari, dengan potensi hasil 8,42 ton/ha. Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi antara Wakil Bupati Nabire dan para petani serta pemangku kepentingan yang hadir.