Jeruk Tak Sekadar Dijual, Kini Disulap Menjadi Dodol Bernilai Ekonomi
Untuk mengantisipasi melimpahnya hasil panen jeruk pada musim panen, petani di Kampung Wadio SP3, Distrik Nabire Barat, didorong untuk melakukan diversifikasi pangan melalui pengolahan hasil pertanian. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah pembuatan dodol jeruk, yaitu pengolahan jeruk siam menjadi produk bernilai tambah yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan perekonomian keluarga petani.
Bahan baku jeruk siam yang digunakan berasal dari kebun milik Bapak Sunarto, anggota Kelompok Tani Sumber Makmur, dengan luas lahan sekitar ¼ hektare. Dalam kegiatan ini, proses pengolahan dodol jeruk turut melibatkan KWT sebagai bentuk pemberdayaan keluarga petani dalam mengembangkan usaha berbasis hasil pertanian lokal.
Pembuatan dodol jeruk dilakukan melalui pengolahan sari buah jeruk yang dicampur dengan gula, tepung ketan, tepung beras, dan santan, kemudian dimasak hingga menghasilkan tekstur kenyal yang khas. Produk olahan ini menjadi salah satu alternatif pemanfaatan hasil panen jeruk agar memiliki daya simpan lebih lama dan nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan buah segar.
Melalui kegiatan ini, petani didorong untuk tidak hanya berfokus pada produksi jeruk segar, tetapi juga mengembangkan kreativitas dan keterampilan dalam mengolah hasil panen menjadi produk bernilai ekonomi. Inovasi pengolahan dodol jeruk diharapkan dapat menjadi peluang usaha rumah tangga yang berkelanjutan serta mendukung peningkatan kesejahteraan petani di Kampung Wadio SP3.