Kick Off Tanam Perdana Padi PM-AAS, Penyuluh Siap Kawal Pertanian Modern
Nabire – BRMP Papua Tengah mengawali penerapan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) melalui kick off tanam perdana padi di lahan seluas 1 hektare milik Kelompok Tani Tunas Harapan, Kampung Biha, Kabupaten Nabire. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala BRMP Papua Tengah ini menjadi langkah awal penerapan teknologi pertanian modern dengan memanfaatkan drum seeder, alat tanam benih padi secara langsung yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, keseragaman tanam, dan produktivitas usaha tani.
Dalam penerapannya, drum seeder digunakan dengan pengaturan jarak antar lubang benih 3 cm, jarak antarjalur 25 cm, serta sistem tanam Jajar Legowo (Jarwo) 6:1 dengan lebar legowo 50 cm. Hasil uji coba di lapangan menunjukkan alat tersebut dapat bekerja dengan baik. Meski begitu, masih diperlukan sedikit penyesuaian pada lubang keluarnya benih agar sebaran benih lebih merata dan sesuai dengan kebutuhan budidaya. Hasil evaluasi ini akan menjadi bahan penyempurnaan sebelum teknologi PM-AAS diterapkan pada lokasi-lokasi berikutnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakapolsek Makimi Ipda Philipus Wanma, Danramil Napan/Makimi yang diwakili Serma Fiki Baktiar, penyuluh pertanian, serta para petani. Pada kesempatan tersebut, Kepala BRMP Papua Tengah menjelaskan bahwa PM-AAS merupakan upaya mendorong modernisasi pertanian melalui penerapan teknologi, mekanisasi, dan pendampingan yang lebih intensif kepada petani. Ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten Nabire dan Kabupaten Mimika menjadi lokasi pelaksanaan PM-AAS di Provinsi Papua Tengah, dengan Kabupaten Nabire memperoleh target luasan terbesar. Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, setiap penyuluh pertanian akan mendampingi pengelolaan lahan seluas 10 hektare yang tersebar di Distrik Nabire Barat dan Distrik Makimi.
Selain memaparkan implementasi PM-AAS, Kepala BRMP Papua Tengah juga memperkenalkan program pengembangan pembibitan kakao dan kopi sebagai salah satu upaya meningkatkan produktivitas komoditas perkebunan di Papua Tengah. Melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat, penyuluh, dan petani, BRMP Papua Tengah optimistis penerapan teknologi pertanian modern dapat membuat budidaya semakin efisien, memperkuat kapasitas petani, serta mendorong terwujudnya sektor pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.