Panen Raya Kacang Tanah di Legari Jaya: Bukti Petani Lokal Nabire Bisa Berdaya
Nabire – Bapak Allosius, petani Kampung Legari Jaya, Distrik Makimi, baru saja menggelar panen raya kacang tanah (Arachis hypogaea) di lahan lebih dari satu hektare. Panen ini didampingi tim penyuluh pertanian dan jajaran BRMP Papua Tengah, sebagai buah dari kerja keras petani yang selalu terbuka belajar dan menerapkan masukan di lapangan.
Yang menarik, budidaya ini dilakukan dengan pendekatan rendah input: tanpa pupuk kimia, tanpa pestisida maupun fungisida, mengandalkan kesuburan alami tanah dan varietas lokal turun-temurun. Sekali panen, lahan menghasilkan sekitar 260 kilogram (30 karung) yang langsung diserap pembeli langganan. Bila berlebih, sebagian hasil disisihkan sebagai benih untuk musim berikutnya.
Potensi peningkatan masih terbuka lebar. Varietas unggul yang dilepas Kementerian Pertanian, seperti Takar 1, Takar 2, Hypoma 1, Hypoma 2, dan Kancil, mampu menghasilkan 2,5–3,5 ton polong kering per hektare pada kondisi optimal. Dengan benih unggul bersertifikat dan pemupukan berimbang, produktivitas berpeluang meningkat signifikan.
Kepala BRMP Papua Tengah, Merlin K. Rumbarar, SP., M.Sc., mengarahkan agar lahan ini diusulkan menerima bantuan benih padi gogo beserta sarana pendukungnya—bagian dari upaya mendukung swasembada pangan nasional di lahan kering. Kisah Allosius menjadi bukti bahwa dengan kemauan belajar dan penyuluhan yang tepat, petani lokal Papua Tengah mampu membangun pertanian yang produktif dan berdaya saing.