Nabire – Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Tengah menerima kunjungan resmi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Deiyai, Mando Mote, bertempat di Center of Work Space (CWS) BRMP Papua Tengah, Nabire. Kehadiran jajaran Dinas Ketahanan Pangan ini bertujuan untuk menggali informasi serta menyelaraskan berbagai program strategis Kementerian Pertanian agar dapat diimplementasikan secara efektif sesuai dengan karakteristik masyarakat di Kabupaten Deiyai.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala BRMP Papua Tengah, Merlin Rumbarar, S.P., M.Sc., menjelaskan transformasi institusi yang kini beralih dari Balitbangtan menjadi BRMP. Selain tetap menjalankan fungsi penerapan standardisasi, BRMP kini mengemban tugas yang lebih luas dalam hal penyuluhan spesifik lokasi, pendampingan petani, serta kegiatan perekayasaan yang mencakup pengujian dan pengkajian teknologi pertanian tepat guna di wilayah Papua Tengah.
Menanggapi paparan tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Deiyai menceritakan sejumlah rencana strategis daerah, salah satunya adalah pengembangan peternakan ayam petelur yang diproyeksikan untuk mendukung pasokan gizi secara mandiri. Di sisi lain, Deiyai memiliki kekayaan pangan lokal berupa ubi jalar yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal. Ketua Tim Kerja Pendampingan dan Penerapan Modernisasi Pertanian, Yuliana Rumsarwir, S.P., M.Si., langsung merespons potensi tersebut dengan memaparkan bahwa ubi jalar dapat diproses lebih lanjut menjadi aneka produk pangan sehat seperti mie dan roti, yang secara otomatis akan meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi para petani lokal.
Diskusi berkembang pada tantangan di sektor peternakan babi, yang populasinya sempat menurun drastis akibat serangan penyakit. Merlin Rumbarar memberikan masukan teknis mengenai urgensi perubahan pola pemeliharaan dari sistem lepas liar ke model peternakan yang lebih modern dan terstandar. Melalui penggunaan kandang yang memadai, asupan nutrisi ternak dapat lebih terkontrol serta rantai penyebaran penyakit dapat ditekan secara signifikan. BRMP juga menegaskan ketersediaan para pejabat fungsional ahli di bidang peternakan, mulai dari unggas hingga ruminansia, yang siap memberikan pendampingan teknis mulai dari rancang bangun kandang hingga manajemen budidaya bagi masyarakat Deiyai.
Sebagai tindak lanjut konkret dari pertemuan ini, kedua pihak menyepakati pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) pengolahan ubi jalar bagi ibu-ibu kelompok tani yang berasal dari tiga distrik di Kabupaten Deiyai. Kegiatan yang menempatkan Yuliana Rumsarwir sebagai narasumber utama ini diharapkan menjadi titik awal kerja sama berkelanjutan dalam memperkuat kedaulatan pangan lokal. Melalui koordinasi ini, BRMP Papua Tengah menegaskan komitmennya untuk selalu hadir sebagai mitra teknis bagi pemerintah daerah di wilayah Daerah Otonom Baru (DOB) guna mempercepat kemajuan sektor pertanian melalui sentuhan teknologi dan modernisasi.