Monitoring Perbenihan Kakao Theobroma cacao L
BRMP Papua Tengah Laksanakan Monitoring Perbenihan Kakao untuk Mendukung Program Perluasan dan Peremajaan Kakao
Nabire 12 agustus 2026 – Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Tengah melaksanakan kegiatan monitoring perbenihan kakao (Theobroma cacao L.) varietas unggul Hibrida F1/ICCRI 08H sebagai bagian dari pengawalan program pengembangan kakao di Papua Tengah. Kegiatan ini bertujuan memastikan mutu benih, kesiapan distribusi, serta ketepatan sasaran penerima bantuan sehingga pelaksanaan program dapat berjalan optimal.
BRMP Papua Tengah juga Monitoring dilakukan pada benih yang akan digunakan dalam Kegiatan Bantuan Perluasan Lahan Kakao seluas 2.000 hektare dan Peremajaan Kakao seluas 1.000 hektare. Varietas Hibrida F1/ICCRI 08H dipilih karena memiliki potensi produktivitas tinggi, kualitas biji yang baik, serta daya adaptasi yang sesuai dengan kondisi agroklimat di Papua Tengah.
Selain melakukan pemeriksaan mutu dan kondisi benih, tim BRMP Papua Tengah juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani guna memastikan proses distribusi, penanaman, serta pendampingan teknis dapat dilaksanakan sesuai rekomendasi budidaya. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan tingkat keberhasilan tanam dan produktivitas kebun kakao di lapangan.
Melalui kegiatan monitoring ini, BRMP Papua Tengah berkomitmen mendukung percepatan pengembangan komoditas kakao sebagai salah satu komoditas perkebunan unggulan daerah. Program perluasan dan peremajaan kakao diharapkan dapat meningkatkan produksi, kualitas hasil, serta kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat pengembangan perkebunan kakao yang berkelanjutan di Papua Tengah.
Dalam kegiatan tersebut, tim BRMP Papua Tengah bersama pemerintah daerah dan kelompok tani memastikan proses distribusi benih berjalan tepat sasaran. Selain penyaluran benih, petani juga diberikan arahan mengenai teknik penanaman, pemeliharaan, serta pengelolaan tanaman kakao agar tingkat keberhasilan tanam semakin optimal.
Melalui kegiatan dropping benih ini diharapkan pengembangan kakao di Papua Tengah dapat berjalan lebih cepat, meningkatkan produksi dan kualitas kakao, memperkuat pendapatan petani, serta mendorong pertumbuhan sektor perkebunan yang berkelanjutan di wilayah Papua Tengah.
Bernard Nurhadi, SP, M.Si. (Manager Teknis), juga mengatakan bahwa Program pengembangan kakao ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Dalam proses persemaian dan penyiapan benih, kegiatan ini menyerap sekitar 400 tenaga kerja dari Masyarakat Asli Papua (OAP) yang terlibat sebagai tenaga semai, pemeliharaan bibit, serta kegiatan operasional di lokasi persemaian.
Keterlibatan masyarakat lokal menjadi wujud komitmen pemerintah dalam mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian. Selain memperoleh kesempatan kerja, para tenaga semai juga mendapatkan pengalaman dan pengetahuan mengenai teknik pembibitan kakao yang baik sehingga dapat menjadi bekal dalam pengembangan usaha tani kakao di masa mendatang.
Melalui program bantuan Perluasan Lahan Kakao seluas 2.000 hektare dan Peremajaan Kakao seluas 1.000 hektare, diharapkan pengembangan komoditas kakao di Papua Tengah tidak hanya meningkatkan produktivitas perkebunan, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan Masyarakat Asli Papua, serta memperkuat perekonomian daerah secara berkelanjutan.